Bidang Kebudayaan Disdik Natuna Dorong Kreativitas Kuliner Melalui Lomba Masak Ubi

DISDIKBUD NATUNA —  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Natuna, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Hadisun, S.Ag menginisiasi Lomba Memasak Berbahan Dasar Ubi sebagai upaya mengangkat potensi pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan tersebut digelar pada Ahad di kawasan Pantai Piwang, Kecamatan Bunguran Timur.

Hadisun menjelaskan bahwa lomba yang melibatkan 28 tim peserta dari berbagai instansi dan kelompok masyarakat ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kreativitas kuliner berbahan lokal. Ia menuturkan bahwa awalnya terdapat 30 tim terdaftar, namun dua tim mengundurkan diri sebelum perlombaan dimulai.

Kami ingin memperlihatkan bahwa pangan lokal seperti ubi memiliki potensi yang sangat besar. Jika digali secara kreatif, bahan sederhana ini bisa menjadi hidangan yang bernilai jual tinggi,” ujar Hadisun, selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disdik Natuna.

Dalam pelaksanaannya, Bidang Kebudayaan menghadirkan dewan juri profesional dari berbagai disiplin ilmu, termasuk seorang chef bersertifikat profesi yang memiliki pengalaman luas dalam pengolahan kuliner. Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek: gizi, cita rasa, penyajian, dan kreativitas.

Hadisun menyebutkan bahwa keberagaman menu yang disajikan peserta membuktikan bahwa ubi tidak hanya dapat diolah menjadi camilan, tetapi juga hidangan utama dan dessert yang modern.

“Kreativitas peserta luar biasa. Mereka mampu menghadirkan menu-menu unik yang menunjukkan bahwa ubi sangat fleksibel dan punya daya saing,” ucapnya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarinstansi dan masyarakat, sekaligus ruang untuk memperkuat kecintaan terhadap produk pangan lokal.

Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyiapkan enam kategori pemenang, dengan hadiah utama Rp5 juta untuk juara pertama, diikuti hadiah menyesuaikan untuk juara dua, tiga, serta tiga kategori harapan.

Hadisun berharap lomba ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam dunia kuliner, sekaligus memperkuat pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga pemicu lahirnya ide-ide baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Hadisun.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen terus menghadirkan kegiatan yang menghidupkan budaya, kreativitas, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *