DISDIKBUD NATUNA — Upaya peningkatan gizi anak sekolah di Kabupaten Natuna kembali mendapat dukungan serius dari berbagai pihak. Bertempat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, perwakilan Makan Gizi Nasional, Ketua SPPG Batu Hitam Bunguran Timur, dan Kapolsek Bunguran Timur duduk bersama membahas pelaksanaan program makan bergizi gratis yang kini mulai menyasar ribuan siswa di wilayah tersebut.
Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas ) Umar, menekankan pentingnya koordinasi yang intens antara pihak penyelenggara program dan Dinas Pendidikan, mengingat sekolah-sekolah yang menjadi sasaran berada di bawah naungan dinas.
“Kami dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meminta koordinasi yang jelas serta berkelanjutan kepada pihak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KaSSPG) terkait kegiatan ini, baik dari sisi sasaran penerima manfaat, menunya, serta jadwal distribusi MBG. Informasi ini sangat penting karena satuan pendidikan penerima manfaat MBG adalah tanggung jawab kami,” ujar Umar.
Program makan bergizi gratis yang dijalankan oleh SPPG Batu Hitam saat ini sudah menjangkau 8 (delapan) sekolah di wilayah Bunguran Timur. Waktu pemberian makanan dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Siswa TK hingga kelas 3 SD menerima makanan pada pukul 08.00–09.00 pagi, sementara kelas 4 hingga 6 SD serta SMP mendapatkan jatah makan pada pukul 10.00–11.00 siang.

Jenis makanan yang diberikan terdiri dari dua macam, yaitu makanan utama (ompreng) dan makanan ringan. Ketua SPPG Batu Hitam menjelaskan bahwa dapur yang dikelola saat ini memang dirancang untuk melayani hingga 3.000 siswa, namun jumlah penerima manfaat saat ini baru sebanyak 2.258 siswa dari 8 (delapan) sekolah yang telah ditetapkan.
“Dapur yang kami siapkan sebenarnya mampu menjangkau hingga 3.000 siswa. Namun, berdasarkan pemetaan wilayah dan kesiapan distribusi, saat ini baru 2.258 siswa dari delapan sekolah yang telah terdata sebagai penerima manfaat,” jelas KaSSPG Batu Hitam.
KaSSPG juga menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan memperluas cakupan layanan dengan membangun dapur tambahan di dua titik strategis.
“Untuk selanjutnya kami akan membangun dapur di daerah Ranai Darat dan daerah Pering. Itu sebabnya baru delapan sekolah yang menjadi target sementara ini, karena kami menyesuaikan dengan pemetaan distribusi yang memungkinkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Bunguran Timur menunjukkan dukungan aktif terhadap program ini. Ia bahkan menyampaikan rencana untuk memperluas cakupan program dengan membangun dapur sendiri di wilayah Bunguran Timur Laut.
“Kami berencana membuat dapur umum sendiri di daerah Bunguran Timur Laut, agar distribusi makanan bisa lebih terfokus dan terpantau langsung. Target awalnya sekitar 856 siswa dari tingkat SD hingga SMP di wilayah tersebut,” kata Kapolsek Bunguran Timur.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara stakeholder pendidikan, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam memastikan keberlangsungan dan efektivitas program makan bergizi gratis di Kabupaten Natuna.
Dengan adanya kolaborasi ini, bukan hanya kebutuhan dasar anak-anak yang terpenuhi, tetapi juga menjadi pondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda di Natuna.
(DISDIKBUD/HF)

